English EN Indonesian ID

Diikuti 34 Tim, Piala Persib U-13 Wujud Konsistensi PSSI Kota Bandung

Seorang pemain tim Saswco mencoba menggocek pemain tim Bina Pakuan pada babak penyisihan Piala Persib U-13 2022 di Lapangan Sepak Bola Lodaya, Kota Bandung, Sabtu (3/9/2022).

 

Bandung – Asosiasi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Bandung menggelar kompetisi sepak bola kelompok usia 13 tahun (U-13) yang bertajuk Piala Persib Tahun 2022.

Kompetisi yang akan berlangsung selama dua bulan itu diikuti oleh 34 tim di bawah naungan Askot PSSI Bandung, dimulai sejak 3 September hingga 23 Oktober, di Lapangan Lodaya dan Lapangan Tegallega.

Piala Persib U-13 dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Lapangan Sepak Bola Lodaya, Kota Bandung, pada Sabtu (3/9/2022). Pembukaan dihadiri oleh Direktur PT Liga Indonesia Baru Ahmad Hadian Lukita, anggota DPRD Kota Bandung Muhammad Al Haddad, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung Eddy Marwoto serta Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Dr Nuryadi, M.Pd.

Yana Mulyana menilai, ajang Piala Persib U-13 tahun 2022 tersebut sebagai wujud konsistensi Askot PSSI Bandung dalam menyelenggarakan kompetisi usia dini. Hal tersebut juga sebagai ajang pembinaan bibit pesepak bola di berbagai kelompok usia.

“Konsistensi PSSI Kota Bandung melakukan kompetisi dalam rangka proses pembinaan di segala kelompok usia,” ujar Yana Mulyana kepada wartawan.

Yana berharap, kompetisi tersebut dapat melahirkan bibit-bibit pesepak bola terbaik dari Kota Bandung. Ia ingin, para atlet yang bertanding dapat berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional di masa depan. Ia pun mencontohkan kesuksesan M. Iqbal Gwijangge dan Seva Ditya Rangga yang berhasil membawa tim nasional (Timnas) Indonesia U-16 menjadi kampiun di Piala AFF U-16.

Alhamdulillah, itu bukti bahwa proses pembinaan yang kita lakukan sudah benar. Mudah-mudahan semakin banyak yang direkrut timnas,” bebernya.

Kendati demikian, Yana meminta agar pembinaan usia dini dapat memanfaatkan “sport science”. Hal tersebut sejalan dengan olahraga sepak bola yang mulai menjadi industri menjanjikan.

“Karena sepak bola sudah menjadi industri. Saya titipkan juga, supaya sport science sudah masuk. Sehingga anak-anak yang sekolah bola, beban latihannya itu sesuai dengan usia. Karena kalau tidak, kemungkinan cedera nantinya,” imbuh Yana.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Askot PSSI Kota Bandung Laga Sudarmadi mengutarakan PSSI Kota Bandung berkewajiban menyalurkan para pemain yang bertalenta. Askot PSSI Bandung akan menyalurkan pemain ke berbagai klub yang berlaga di Liga Indonesia. Meski pada realitanya, mayoritas pemain berharap bisa bergabung dengan Persib.

“Memang di Kota Bandung ini, pada dasarnya anak-anak itu ingin bermain di Persib. Tetapi Persib juga, kan terbatas. Jadi sisanya, 66 pemain binaan kita tersebar di EPA (Elite Pro Academy) masing-masing klub Liga 1. Ada yang di Dewa United, Persija, Borneo, dan PS Tira,” jelasnya.

Sejalan dengan keinginan Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Laga juga bergerak cepat dalam hal sport science. Ia mengaku telah bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menunjang pembinaan sepak bola yang berbasis pada sport science. Nantinya, para pakar sport science UPI akan disebarkan ke tiap Persatuan Sepak Bola (PS) yang berada di bawah naungan Askot PSSI Bandung.

“Kita sudah bekerja sama dengan UPI. Nanti, pihak UPI akan mengirimkan para pakar sport science untuk disebarkan ke 36 PS. 36 PS ini akan diberikan pemenuhan sport scinece, termasuk gizi, dan lain sebagainya,” pungkas Laga. (Muhammad Fikri Dzulfikar)***

Related Posts

Leave a Reply