English EN Indonesian ID

Mengenal Olahraga Anggar

Anggar adalah ilmu beladiri menggunakan senjata yang berkembang menjadi seni budaya olahraga ketangkasan dengan senjata yang menekankan pada teknik kemampuan seperti memotong, menusuk atau menangkis senjata lawan dengan menggunakan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan.

Jika sejarah mengenai anggar ditelusuri, kita akan mengacu pada penggunaan pedang. Sejak dahulu kala, pedang diciptakan sebagai alat untuk melindungi diri. Manusia menggunakan kekuatan dan ketangkasannya, memilih bahan dan alat, meningkatkan ketrampilannya dengan menggunakan kepandaiannya. Semua itu merupakan latar belakang permainan anggar.

Anggar merupakan salah satu dari sedikit olahraga yang mengakui profesionalisme sebelum tahun 1980-an. Bahkan pada peraturan – peraturan awal Olimpiade yang ditulis oleh Baron Pierre de Coubertin (presiden kedua dari International Olympic Committee), dengan jelas menyatakan bahwa pemain anggar profesional yang disebut dengan Masters diperbolehkan untuk ikut bertanding.

Etimologi Anggar


Etimologi kata “anggar” dalam bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Perancis “en garde”, artinya dalam Bahasa Indonesia berarti “bersiap”. Kata “en garde” digunakan sebelum permainan anggar dimulai, untuk memberi perintah “bersiap” kepada pemain. Dalam bahasa Perancis sendiri anggar disebut sebagai escrime. Walaupun kita menganggap anggar sebagai permainan yang menghibur, sebagai senjata, sebagai sarana pendidikan atau pun olahraga, ternyata anggar mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang. Kemampuan teknis, catatan pencapaian yang cukup panjang, di luar hal – hal tersebut adalah nilai – nilai yang terkandung dalam permainan anggar sendiri hingga kini masih diajarkan melalui praktik olahraga itu sendiri.

Sejarah masuknya Anggar ke Indonesia


source image

 

Pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia, para tentara Kerajaan Belanda membawa serta olahraga anggar masuk ke Indonesia. Pada saat itu terdapat dua macam tujuan permainan anggar, yaitu untuk berkelahi dan olahraga.Kemampuan bermain anggar untuk berkelahi diwajibkan bagi setiap tentara Hindia Belanda (KNIL) dengan menggunakan kelewang (pedang) atau sangkur. Sedangkan, permainan anggar untuk olahraga dipersilakan bagi para bintara, perwira, serta mahasiswa.

 

Tokoh-tokoh militer bangsa Indonesia yang mempunyai keahlian bermain anggar pada waktu itu antara lain adalah Drs.Singgih, Soeparman, Maryono, Setu, Warsimin, Paimin Salekan, Atmo Soewirjo, J. Sengkey, Suratman, Mantiri, C.H. Kuron, Mangangantung, dan Soekarno.

Untuk dapat meningkatkan kemampuan bermain anggar maupun olahraga lainnya, KNIL mendirikan sekolah olahraga militer. Sekolah olahraga militer tersebut didirikan guna untuk mendidik para guru anggar, guru renang, dan guru olahraga lainnya. Lembaga pendidikan militer tersebut didirikan di Bandung dan Magelang.Pada masa penjajahan Jepang, tidak ada informasi yang masuk tentang perkembangan olahraga anggar di Indonesia. Dalam masa perang kemerdekaan, banyak guru anggar yang berasal dari mantan instruktur militer Belanda yang menjadi instruktur di Akademi Militer Yogyakarta. Mereka mengajarkan cara bermain anggar, baik untuk olahraga maupun berkelahi dengan menggunakan sangkur.

Dalam Pekan Olahraga Nasional pertama yang diselenggarakan pada tahun 1948 di Solo, olahraga anggar mulai diperkenalkan serta dieksibisikan oleh para guru anggar mantan instruktur militer Belanda tersebut. Setelah penyerahan kedaulatan Negara Republik Indonesia, para guru anggar yang tersebar di tanah air mulai mengembangkan olahraga anggar dengan cara mendirikan perkumpulan-perkumpulan anggar di beberapa daerah. Seperti di Sumatera Utara, Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan di Sulawesi Selatan.

Perkumpulan anggar di ibu kota kita, Jakarta, didirikan oleh Kasimin Atmosoewirjo, Soekarno, dan Drh. Singgih. Di awal tahun 1950, Kasimin Atmosoewirjo mulai mengembangkan olahraga anggar di Jakarta bersama dengan puteranya yang bernama Suratmin. Perjuangan para guru anggar yang telah merintis olahraga anggar di tanah air selanjutnya dikembangkan oleh para penerus. Baik oleh murid, anak, maupun cucu, sehingga pada saat ini olahraga anggar dapat terus berkembang di berbagai provinsi di Indonesia.

Setelah penyerahan kedaulatan Indonesia oleh pihak Belanda, permainan anggar mulai diajarkan di sekolah olahraga maupun perguruan tinggi olahraga. Di lingkungan akademi militer dan polisi juga sempat diajarkan cara bermain anggar, namun pada akhirnya kurang berkembang. Dalam perkembangan selanjutnya, olahraga anggar mulai dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional kedua yang diselenggarakan pada tahun 1951 di Jakarta. Setelah itu olahraga anggar selalu dipertandingkan dalam setiap Pekan Olahraga Nasional hingga sekarang

Induk Organisasi


 

 
    Nama : Ikatan Anggar Seluruh Indonesia

Singkatan : IKASI

Alamat : Jl. PHH. Mustopa No. 200 (FPOK UPI)

Nomor-nomor dalam Anggar


source image

Anggar yang dipertandingkan pada olimpiade memainkan tiga nomor, yang dinamakan berdasarkan senjatanya:

  • Floret (foil): Pedang yang berbentuk langsing, lentur dan ringan, ujungnya datar atau bulat, tumpul dan berpegas. Bila ditusukkan dapat naik/turun, beratny 500 gram (5 ons). Pelindung tangan yang terdapat pada floret lebih kecil dibandingkan dengan Degen dan Sabel. Ujungnya untuk menusuk dan bagian bawah pedang untuk menangkis dan menekan. Ada dua nomer yang dilombakan, Foil perorangan dan Foil Team
  • Sabel (sabre): Pedang yang berbentuk segitiga dan sudutnya tidak tajam, seperti parang kecil, semakin keatas semakin pipih dan ujungnya ditekuk hingga tidak meruncing, beratnya 500 gram. Pelindungan penuh menutupi tangan sampai pangkal tangkai. Bagian atas pedang untuk memarang dan bagian bawah untuk menangkis, serta ujungnya untuk menusuk. Ada dua nomer yang dilombakan, Sabre perorangan dan Sabre Team.
  • Degen (epée): Pedang berbentuk segitiga dan berparit, pada pangkalnya tebal dan samping keujung kecil, agak kaku. Ujungnya datar dan berpegas dengan pelindung tangan besar, beratnya 750-770 gram. Bagian bawah pedang untuk menangkis dan ujungnya untuk menusuk. Ada dua nomer yang dilombakan, Epée perorangan dan Epée Team.

Aturan permainan Anggar


a) Cara bermain

source image

Tiga jenis senjata yang digunakan cabang anggar dalam ajang Olimpiade: foil, epee dan sabre. Dilengkapi dengan kabel dan kostum khusus, para pemain dihubungkan dengan sistem penilaian elektronik yang akan bereaksi jika terkena tusukan. Dalam setiap pertandingan digunakan sistem eleminasi langsung. Sebuah tim akan terdiri dari 3 pemain dan masing – masing akan berduel dengan anggota tim lawan

 

b) Lapangan/Area

source image

Arena anggar biasanya dalam ruangan tertutup, panjangnya 14 meter dan lebarnya 1,5 meter. Ditutupi linolium (gabus) dan dilengkapi peralatan elektronik untuk mengetahui terjadinya poin

c) Perlengkapan Anggar

source image

Untuk latihan anggar, Anda memerlukan peralatan ini:

  • Jaket anggar
  • Masker. Jika bermain sabel, pastikan membeli masker elektrik jika berniat mengikuti kompetisi atau bermain anggar secara elektrik, karena kepala menjadi area target. Lebih murah membeli satu masker elektrik ketimbang membeli yang non-elektrik terlebih dulu, kemudian baru membeli yang elektrik.
  • Sarung tangan
  • Plastron (pelindung ketiak). Meski banyak orang berlatih tanpa memakai plastron, itu bukan ide yang baik. Plastron secara khusus melindungi satu titik rentan pada jaket. Apalagi, kecelakaan bisa terjadi, baik saat berlatih maupun bertanding di turnamen.
  • Bra pelindung dari metal atau plat coaster untuk wanita.
  • Pakaian kebugaran berbahan ringan yang menutupi seluruh bagian tubuh. Jangan bermain anggar dengan mengenakan celana pendek.
  • Sepatu. Sepatu lari bisa digunakan, namun sepatu lapangan dalam ruangan (indoor) untuk olahraga seperti bulu tangkis, squash, sepak bola indoor, dan lain-lain lebih ideal.
  • Senjata latih atau dry weapon, yakni pedang anggar tanpa bilah elektrik yang memiliki ujung karet (rubber tip), bukan tombol elektrik.
  • Pertandingan dalam turnamen sangat berbeda dengan latihan. Semua turnamen resmi dipertandingkan secara elektrik. Jadi, Anda harus memiliki satu set lengkap perlengkapan elektrik. Selain itu, semua turnamen resmi mewajibkan pakaian anggar lengkap dari kepala sampai kaki. Dengan kata lain dilarang memakai celana jins atau celana panjang olahraga.

Untuk turnamen anggar, Anda akan memerlukan semua hal di atas plus:

  • Celana anggar (knickers)
  • Kaus kaki panjang (sekitar setinggi lutut)
  • Jaket elektrik atau lame (hanya untuk floret dan sabel)
  • Manset atau cuff (hanya untuk sabel. Ini perlengkapan yang lebih berhubungan dengan faktor elektrik)
  • Mask cord, semacam kabel berpenjepit elektrik untuk bagian masker (hanya untuk floret dan sabel)
  • Dua pedang elektrik – minimal! Jika mematahkan satu pedang dalam turnamen, dan tidak segera memegang penggantinya, Anda didiskualifikasi.
  • Dua body cord (kabel berpenjepit elektrik pada jaket), minimal. Dagen memakai jenis body cord yang berbeda dengan sabel atau floret. Jadi, pastikan memiliki jenis yang tepat untuk pedang Anda.

Opsional, namun direkomendasikan:

  • Sepatu khusus anggar.
  • Pelindung kemaluan (groin cup) untuk pria. Ya, “area itu” termasuk target legal dalam degen dan floret. Jika tidak memakai pelindung, jangan mengeluh jika sampai terkena di bagian itu.

 

Source:

Wikipedia & WikiHow

Related Posts

Leave a Reply