English EN Indonesian ID

Vakum 2 Tahun, TI Kota Bandung Kembali Gelar Wali Kota Cup

Wali Kota Bandung Yana Mulyana membuka Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bandung Open 2022 di GOR Bandung, Jalan Jakarta, pada Sabtu (20/8/2022).

 

Bandung – Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung menggelar Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bandung Open 2022 di GOR Bandung, Jalan Jakarta. Kejuaraan yang berlangsung selama empat hari tersebut dimulai pada 19-20 Agustus 2022. Kejuaraan itu kembali digelar setelah sebelumnya vakum selama dua tahun akibat Pandemi Covid-19.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana menilai, kembalinya gelaran Wali Kota Open tidak terlepas dari ikhtiar bersama seluruh elemen Kota Bandung. Ia pun mengungkapkan, proses vaksinasi massal menjadi kunci kembali diselenggarakannya event olahraga di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang mulai melandai.

“Alhamdulillah, setelah dua tahun pandemi melanda Kota Bandung, tentunya berbagai aktivitas termasuk kegiatan olahraga tidak bisa kita lakukan. Berkat ikhtiar kita semua, salah satunya proses vaksinasi yang luar biasa di Kota Bandung, hari ini kita bisa melakukan kegiatan kompetisi kembali Piala Wali Kota Taekwondo di tahun 2022,” tutur Yana setelah membuka acara Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bandung Open 2022 di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Sabtu (20/8/2022).

Yana berharap, Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bandung Open 2022 dapat melahirkan atlet terbaik dari Kota Bandung. Ia pun optimis, Kota Bandung dapat menjadi barometer atlet taekwondo di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kota Bandung Dedi Heryadi menuturkan, kejuaraan taekwondo ini bertujuan sebagai sarana membangkitkan kembali atmosfer kompetisi secara offline. Selain itu, Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bandung Open 2022 diharapkan menjadi ajang persiapan para atlet Kota Bandung untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022.

“Setelah dua tahun kita vakum, sekarang kita punya kesempatan untuk bangkit di masa pandemi ini. Tetapi, bukan berarti kita tidak mengadakan kejuaraan. Cuman tidak terbuka saja. Di satu sisi, ada keuntungan juga buat tim Porprov Kota Bandung untuk uji coba,” tutur Dedi saat ditemui di GOR Bandung, Sabtu (20/8/2022).

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Nuryadi juga mengungkapkan hal serupa. Ia berharap, tim taekwondo Kota Bandung menunjukkan kinerja terbaik guna mempersiapkan diri di Porprov. Di samping itu, ia juga khawatir terhadap kondisi atlet jika mengalami cedera pada kejuaraan kali ini.

“Tentu saja saya khawatir, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa karena waktu cukup dekat. Mudah-mudahan tidak ada yang cedera. Karena musuh atlet itu, bukan lawan. Tetapi dirinya sendiri ketika cedera,” ujar Nuryadi.

Cabang olahraga (Cabor) taekwondo sendiri disinyalir sebagai salah satu andalan kontingen Kota Bandung dalam gelaran Porprov. Menurut Nuryadi, hal tersebut tidak terlepas dari kinerja para atlet, pelatih, dan pengurus. Ia pun yakin, tim taekwondo Kota Bandung akan berkontribusi pada tingkat provinsi dan nasional.

“Sudah diakui oleh banyak kalangan bahwa tim Kota Bandung, saya yakin akan berkontribusi untuk tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Medan 2024. Karena Porprov 2018 lalu, tim Porprov Taekwondo Kota Bandung berkontribusi besar untuk tim PON 2021,” jelas Nuryadi.

Berkat hal itu, Dedi pun menargetkan enam medali emas pada gelaran Porprov di bulan November nanti. Bahkan, ia pun menargetkan keluar sebagai juara umum dalam cabor taekwondo.

Di samping Porprov, Nuryadi juga menjelaskan, kejuaraan Wali Kota cup bertujuan sebagai pembinaan atlet usia dini. Hal tersebut sejalan dengan kelas yang dipertandingkan pada ajang kali ini. Dedi menuturkan, Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bandung Open 2022 ini diikuti mulai dari kelas super kadet hingga senior.

Sebanyak 1.500 peserta berjuang memperebutkan medali dari 100 nomor yang dipertandingkan. Tidak hanya berasal dari Kota Bandung, peserta juga berasal dari seluruh wilayah di Jawa Barat. Bahkan, terdapat peserta yang berasal dari Jawa Tengah, Bangka Belitung, dan Banten.

“Animo sampai 1.500 lebih peserta. Kota Bandung hampir ikut semuanya. Sementara dari luar Bandung, se-Jawa Barat hampir seluruh wilayah. Terus yang provinsi, kita ada empat provinsi. Yakni dari Jawa Tengah, Bangka Belitung, dan Banten,” jelas Dedi. (Muhammad Fikri Dzulfikar)

Related Posts

Leave a Reply